Tuesday, 7 October 2014

Pertemuan VIII, Intelegensi Manusia


Kompleksitas Pengetahuan Manusia
ž  Pengetahuan merupakan nilai bagi makhluk yang mempunyainya baik bagi manusia, malaikat ataupun binatang, pengetahuan adalah suatu kekayaan dan kesempurnaan. Bagi manusia seseorang yang tahu lebih banyak adalah lebih baik kalau dibandingkan dengan yang tidak tahu apa-apa, dengan pengetahuan menjadikan dia berprestasi secara lebih baik dan mendapatkan kedudukan yang lebih tinggi. Ada suatu korelasi antara pengetahuan dan “ada”, antara tingkat pengetahuan suatu “pengada” dan tingkat kepenuhan yang dapat diberikannya kepada sksistensinya (Leahy.2001:95).

ž  Pengetahuan adalah perseptif ketika sampib muncul secara spontan, ia memungkinkan kita untuk menyesuaikan diri kita secara langsung dengan situasi yang disajikan dan ia menyatakan dirinya lebih melalui gerakan tangan, tingkah laku, gerakan-gerakan, sikap-sikap, tindakan dan jerit teriakan daripada dengan perkataan yang dipikirkan dan keterangan yang jelas.
ž  Pengetahuan adalah reflektif ketika ia membuat objektif kodrat dari manusia realitas apa pun juga, dan mengungkapkannya baik dalam bentuk ide, konsep, definisi dan putusan maupun bentuk lambing, mitos atau karya seni.
Arti Pengetahuan
Arti pengetahuan adalah suatu kegiatan yang mempengaruhi subjek (yang mengetahui) dalam dirinya. Pengetahuan adalah suatu ketentuan yang memperkaya eksistensi subjek
Andaikan Pengetahuan dari Segi Subjek
Supaya makhluk hidup itu bisa mempunyai kesempurnaan yang dinamakan pengetahuan, ia harus dikarakterisasikan oleh keterbukaan, kemampuan menyambut dan interioritas.
Keterbukaan, si pengenal bisa menjadi sadar akan eksistensi dan kodrat realitas.
Kemampuan menyambut, objek yang dikenal mempengaruhi eksistensi subjek sendiri dan tinggal dalam bentuk gambar, ingatan dan ide.
Interioritas, adanya tempat dalam si pengenal dalam dirinya, maka ia mempunyai interioritas, semakin banyak interioritas semakin banyak ia bias mengetahui
Dari  Segi Objek
Untuk menjadi objek yang dikenal, untuk menyatakan dirinya pada sri satu pihak membuat kesan (atau mempengaruhi) subjek. Dan dipihak lain ditangkap oleh subjek itu. Suatu realitas bias mempengaruhi lainnya, hanya sejauh ia distruktur, ditentukan, sejauh ia mempunyai bentuk yang memberikan kepada fisionomi khasnya dan menyebabkan adanya perbendaan dari yang bukan ia.


Pengertian
Pengertian membicarakan apa yang bukan intelegensi manusia dan apa yang bukan intelegensi manusia, sifat-sifat dan objek intelegensi manusia, kegiatan-kegiatan intelegensi manusia dan kodrat intelegensi manusia.
Bukan Intelegensi Manusia
Pengetahuan manusia adalah sekaligus indrawi dan intelektif. Akulah yang berintelegensi dengan melihat dan yang melihat dengan intelegensi. Pengetahuan lewat akal budi, dilawankan dengan pengetahuan lewat pancaindera (C.A. van Peursen), melalui memandang dan memegang dengan tanganlah ia mengerti.
Jikalau pancaindera sama sekali tidak berfungsi, maka juga intelegensi tidak dapat berfungsi dan tinggal lumpuh(Leahy. 2001: 114)
Intelegensi adalah salah satu gagasan yang begitu banyak dibicarakan orang. Namun pada waktu membahas pengetahuan dan aktivitas, kita membedakan apa yang bukan intelegensi, kita coba menentukan objeknya, maka kita menempuh cara dengan lebih memikirkan perilaku orang dewasa daripada mengusut asal-usul intelegensi itu pada anak.
Pengetauan inderawi, yaitu dari pengetahuan yang dihasilkan oleh indera eksten kita saja.
Perbedaan radikal antara pengetahuan manusia inderawi hewan dengan pengetahua inderawi manusia terletak dalam fakta structural, mengetahuan inderawi manusia lebih diilhami oleh intelegensi sebagai tujuan. Misalnya saya mau mengerti justru karena saya berintelegensi.
Pikiran merupakan bagian dari hakikat kita, melihat dan mendengar juga melibatkan pikiran (Laehy: 2001: 142).
Perbedaan intelegensi dengan indera batin lainnya disebut sebagai estimasi dan kogitatif.
Intelegensi tidak bisa diidentikasikan dengan insight, yang terdiri dari apersepsi atau aprehensi tentang apa yang esensial dalam suatu realitas atau yang perlu dalam gejala.   Insight bukanlah merupakan keseluruhan kegiatan intelektual. Sbeleum apa yang ditangkap dalam suatu insight boleh ditegaskan secara sah, maka hal itu harus dibuktikan dan diverifikasikan melalui jalan penalaran atau refleksi.
Sifat dan Objek Intelegensi Manusia
Intelegensi manusia dewasa terletak pada objektivitasnya, orang dapat melihat hal-hak yang dalam padadirinya sendiri. Penegasan, penilaian, kesimpulan dan penalaran kita didasarkan kepada beberapa prinsip; prinsip identitas,  prinsip alasan yang mencukupi, prinsip kausalitas efisien,
Kesimpulan:
Knowledge (Pengetahuan)
Pengetahuan itu dikatakan indrawi lahir atau indrawi luar kalau orang mencapainya secara langsung, melalui penglihatan, pendengaran, pembau, perasaan, serta peraba setiap kenyataan yang mengelilinginya.
Pengetahuan seterusnya disebut perseptif, Pengetahuan dalam arti lebih menyatakan dirinya melalui gerakan tangan, tingkah laku, gerakan-gerakan, sikap-sikap, tindakan, serta jerit teriakan, daripada dengan perkataan yang dipikirkan atau dengan keterangan yang jelas.
Pengetahuan refleksif, ketika pengetahuan itu membuat objektif kodrat dari suatu realitas apa pun juga. Pengungkapannya adalah, baik dalam bentuk ide, konsep, definisi, serta putusan-putusan maupun dalam bentuk lambang, mitos, atau karya-karya seni.
Pengetahuan intuitif, ketika pengetahuan menangkap atau memahami secara langsung benda atau situasi dalam salah satu aspeknya, keseluruhan dalam satu bagian, sebab dalam akibat, konsekuensi dalam prinsip, dan sebagainya.
Pengetahuan itu adalah induktif, bila menarik yang universal dari yang individual, dan sebaliknya deduktif, bila menarik yang individual dari yang universal.Pengetahuan itu kontemplatif, bila mempertimbangkan benda-benda dalam dirinya dan untuk dirinya sendiri.Pengetahuan itu disebut spekulatif, bila mempertimbangkan benda-benda dalam bayangan-bayangan dan ide-ide, atau konsep-konsep tentang benda-benda itu.
Pengetahuan itu sinergis, kalau merupakan akumulasi dari seluruh daya kemampuan dari subjek (yang sedang mengetahui). Keseluruhan jenis pengetahuan ini dikoordinasikan dari anggota-anggotanya, organ-organnya, dan kemampuan-kemampuannya, yang indrawi dan intelektif
Intelligence (Pengertian)
ž  Istilah Inteligensi diambil dari kata intellectus dan kata kerja intellegere (bahasa Latin).Kata intellegere terdiri dari kata intus yang artinya dalam pikiran atau akal, dan kata legere yang berarti membaca atau menangkap.Kata intellegere dengan ini berarti membaca dalam pikiran atau akal segala hal dan menangkap artinya yang dalam. Menjadi inteligen berarti menangkap apa yang fundamental pada jenis ini atau macam ada yang itu, berarti menangkap apa yang esensial dari suatu gejala. melihat apa yang hakiki dalam kegiatan ini atau itu (menambah. mengurangi, mengalihkan, atau membagi).
ž  Pada tingkat intelek (pemahaman) yang lebih tinggi, inteligensi juga dapat diartikan sebagai proses pemecahan masalah-masalah (soal-soal kebingungan) dengan penggunaan pemikiran abstrak. Tingkat-tingkat inteligensi yang lebih tinggi berisi unsur-unsur seperti simbolisasi dan komunikasi pemikiran abstrak, analisis kritis, dan rekonstruksi untuk diterapkan pada kemungkinan-kemungkinan lebih lanjut dan/atau pada situasi-situasi yang terkait, entah praktis atau teoretis (Lorens Bagus, 1996: 359).

No comments:

Post a Comment