Kompleksitas Pengetahuan Manusia
Pengetahuan merupakan nilai bagi makhluk yang
mempunyainya baik bagi manusia, malaikat ataupun binatang, pengetahuan adalah
suatu kekayaan dan kesempurnaan. Bagi manusia seseorang yang tahu lebih banyak
adalah lebih baik kalau dibandingkan dengan yang tidak tahu apa-apa, dengan
pengetahuan menjadikan dia berprestasi secara lebih baik dan mendapatkan
kedudukan yang lebih tinggi. Ada suatu korelasi antara pengetahuan dan “ada”,
antara tingkat pengetahuan suatu “pengada” dan tingkat kepenuhan yang dapat
diberikannya kepada sksistensinya (Leahy.2001:95).
Pengetahuan adalah perseptif ketika sampib
muncul secara spontan, ia memungkinkan kita untuk menyesuaikan diri kita secara
langsung dengan situasi yang disajikan dan ia menyatakan dirinya lebih melalui
gerakan tangan, tingkah laku, gerakan-gerakan, sikap-sikap, tindakan dan jerit
teriakan daripada dengan perkataan yang dipikirkan dan keterangan yang jelas.
Pengetahuan adalah reflektif ketika ia
membuat objektif kodrat dari manusia realitas apa pun juga, dan
mengungkapkannya baik dalam bentuk ide, konsep, definisi dan putusan maupun
bentuk lambing, mitos atau karya seni.
Arti Pengetahuan
Arti pengetahuan
adalah suatu kegiatan yang mempengaruhi subjek (yang mengetahui) dalam dirinya.
Pengetahuan adalah suatu ketentuan yang memperkaya eksistensi subjek
Andaikan Pengetahuan dari Segi Subjek
Supaya makhluk hidup
itu bisa mempunyai kesempurnaan yang dinamakan pengetahuan, ia harus
dikarakterisasikan oleh keterbukaan, kemampuan menyambut dan interioritas.
Keterbukaan,
si pengenal bisa menjadi sadar
akan eksistensi dan kodrat realitas.
Kemampuan menyambut,
objek yang dikenal mempengaruhi eksistensi subjek sendiri
dan tinggal dalam bentuk gambar, ingatan dan ide.
Interioritas,
adanya tempat dalam si pengenal dalam dirinya, maka ia mempunyai interioritas,
semakin banyak interioritas semakin banyak ia bias mengetahui
Dari Segi Objek
Untuk menjadi objek yang dikenal, untuk menyatakan dirinya
pada sri satu pihak membuat kesan (atau mempengaruhi) subjek. Dan dipihak lain
ditangkap oleh subjek itu. Suatu realitas bias mempengaruhi lainnya, hanya
sejauh ia distruktur, ditentukan, sejauh ia mempunyai bentuk yang memberikan
kepada fisionomi khasnya dan menyebabkan adanya perbendaan dari yang bukan ia.
Pengertian
Pengertian membicarakan apa yang bukan intelegensi manusia
dan apa yang bukan intelegensi manusia, sifat-sifat dan objek intelegensi
manusia, kegiatan-kegiatan intelegensi manusia dan kodrat intelegensi manusia.
Bukan Intelegensi
Manusia
Pengetahuan manusia adalah sekaligus indrawi dan intelektif.
Akulah yang berintelegensi dengan melihat dan yang melihat dengan intelegensi.
Pengetahuan lewat akal budi, dilawankan dengan pengetahuan lewat pancaindera
(C.A. van Peursen), melalui memandang dan memegang dengan tanganlah ia
mengerti.
Jikalau pancaindera sama sekali tidak berfungsi, maka juga
intelegensi tidak dapat berfungsi dan tinggal lumpuh(Leahy. 2001: 114)
Intelegensi adalah salah satu gagasan yang begitu banyak
dibicarakan orang. Namun pada waktu membahas pengetahuan dan aktivitas, kita
membedakan apa yang bukan intelegensi, kita coba menentukan objeknya, maka kita
menempuh cara dengan lebih memikirkan perilaku orang dewasa daripada mengusut
asal-usul intelegensi itu pada anak.
Pengetauan inderawi, yaitu dari pengetahuan yang dihasilkan
oleh indera eksten kita saja.
Perbedaan radikal antara pengetahuan manusia inderawi hewan
dengan pengetahua inderawi manusia terletak dalam fakta structural, mengetahuan
inderawi manusia lebih diilhami oleh intelegensi sebagai tujuan. Misalnya saya
mau mengerti justru karena saya berintelegensi.
Pikiran merupakan bagian dari hakikat kita, melihat dan
mendengar juga melibatkan pikiran (Laehy: 2001: 142).
Perbedaan intelegensi dengan indera batin lainnya disebut
sebagai estimasi dan kogitatif.
Intelegensi tidak bisa diidentikasikan dengan insight,
yang terdiri dari apersepsi atau aprehensi tentang apa yang
esensial dalam suatu realitas atau yang perlu dalam gejala. Insight bukanlah merupakan keseluruhan
kegiatan intelektual. Sbeleum apa yang ditangkap dalam suatu insight boleh
ditegaskan secara sah, maka hal itu harus dibuktikan dan diverifikasikan
melalui jalan penalaran atau refleksi.
Sifat dan Objek Intelegensi Manusia
Intelegensi manusia dewasa terletak pada objektivitasnya,
orang dapat melihat hal-hak yang dalam padadirinya sendiri. Penegasan,
penilaian, kesimpulan dan penalaran kita didasarkan kepada beberapa prinsip; prinsip
identitas, prinsip alasan yang
mencukupi, prinsip kausalitas efisien,
Kesimpulan:
Knowledge
(Pengetahuan)
Pengetahuan itu dikatakan indrawi lahir atau indrawi luar
kalau orang mencapainya secara langsung, melalui penglihatan, pendengaran,
pembau, perasaan, serta peraba setiap kenyataan yang mengelilinginya.
Pengetahuan
seterusnya disebut perseptif, Pengetahuan dalam arti lebih
menyatakan dirinya melalui gerakan tangan, tingkah laku, gerakan-gerakan,
sikap-sikap, tindakan, serta jerit teriakan, daripada dengan perkataan yang dipikirkan
atau dengan keterangan yang jelas.
Pengetahuan
refleksif, ketika pengetahuan itu membuat objektif kodrat dari suatu
realitas apa pun juga. Pengungkapannya adalah, baik dalam bentuk ide, konsep,
definisi, serta putusan-putusan maupun dalam bentuk lambang, mitos, atau
karya-karya seni.
Pengetahuan
intuitif, ketika pengetahuan menangkap atau memahami secara langsung
benda atau situasi dalam salah satu aspeknya, keseluruhan dalam satu bagian,
sebab dalam akibat, konsekuensi dalam prinsip, dan sebagainya.
Pengetahuan itu
adalah induktif, bila menarik yang universal dari yang individual, dan
sebaliknya deduktif, bila menarik yang individual dari yang universal.Pengetahuan itu kontemplatif, bila
mempertimbangkan benda-benda dalam dirinya dan untuk dirinya sendiri.Pengetahuan itu disebut spekulatif,
bila mempertimbangkan benda-benda dalam bayangan-bayangan dan ide-ide, atau
konsep-konsep tentang benda-benda itu.
Pengetahuan itu
sinergis, kalau merupakan akumulasi dari seluruh daya kemampuan dari
subjek (yang sedang mengetahui). Keseluruhan jenis pengetahuan ini
dikoordinasikan dari anggota-anggotanya, organ-organnya, dan
kemampuan-kemampuannya, yang indrawi dan intelektif
Intelligence (Pengertian)
Istilah
Inteligensi diambil dari kata intellectus dan kata kerja intellegere (bahasa
Latin).Kata intellegere terdiri dari kata intus yang artinya dalam pikiran atau
akal, dan kata legere yang berarti membaca atau menangkap.Kata intellegere
dengan ini berarti membaca dalam pikiran atau akal segala hal dan menangkap
artinya yang dalam. Menjadi inteligen berarti menangkap apa yang fundamental
pada jenis ini atau macam ada yang itu, berarti menangkap apa yang esensial
dari suatu gejala. melihat apa yang hakiki dalam kegiatan ini atau itu
(menambah. mengurangi, mengalihkan, atau membagi).
Pada
tingkat intelek (pemahaman) yang lebih tinggi, inteligensi juga dapat diartikan
sebagai proses pemecahan masalah-masalah (soal-soal kebingungan) dengan
penggunaan pemikiran abstrak. Tingkat-tingkat inteligensi yang lebih tinggi
berisi unsur-unsur seperti simbolisasi dan komunikasi pemikiran abstrak,
analisis kritis, dan rekonstruksi untuk diterapkan pada kemungkinan-kemungkinan
lebih lanjut dan/atau pada situasi-situasi yang terkait, entah praktis atau
teoretis (Lorens Bagus, 1996: 359).
No comments:
Post a Comment