Friday, 26 September 2014

Pertemuan VIII, KEBEBASAN




Jiwa dan Kebebasan

Eksistensi dalam tubuh untuk menhadirkan diri secara total di dunia dan memungkinkan manusia menentukan perbuatannya. Jiwa berhubungan dengan kehendak bebas, sehingga karena jiwalah manusia menjadi mahluk bebas. Kebebasan menjadi dasar bagi manusia dan merupakan penting humanism.

Pertemuan VIII, Manusia dan Afektivitasnya


Manusia dan Efektivitasnya




Kekayaan dan kompleksitas afektivitas manusia. Manusia dan tumbuhan berbeda, hal yang membedakannya dalah afektivitasnya. Afektivitas membuat manusia eksis di dunia, berpartisipasi dengan orang lain. Afektivitas mendorong manusia untuk mencintai, mengabdi, dan kreatif. Cara kita hadir di dunia diperdalam oleh afetivitas. Afektivitas termasuk kegiatan yang kompleks.

Tugas Dialog


hai teman-teman, kali ini dinda memposting tentang tugas blog, Hehehe :)
dialognya tentang Badan dan Jiwa


Thursday, 25 September 2014

Pertemuan VII, Filsafat Manusia : Jiwa dan Manusia






Badan dan Jiwa adalah satu kesatuan yang membentuk pribadi manusia. Kesatuan keduanya membentuk keutuhan pribadi manusia.
ada dua lairan yang melihat badan dan jiwa secara bertolak belakang ; monoisme dan dualisme.

Wednesday, 24 September 2014

Pertemuan VI, FILSAFAT MANUSIA



FILSAFAT MANUSIA

Filsafat merupakan ilmu yang mencari kebenaran dan mencintai kebijaksanaan. Filsafat sebagai hasil perenungan, kritik,  ilmu yang mencari kebenaran secara metodik, sistematis, rasional, runtut, radikal,dan bertanggung jawab.


“philosophy is for those who are willing to be disturbed with a creative disturbance… philosophy is for those who still have the capacity to wonder" – (philosophy an introduce to the art of wondering by James L. Christian Prelude)

Pertemuan VI, ETIKA dan MORAL




Sebelumnya etika dan moral telah dibahas. Etika berasal dari bahasa yunani yaitu ethos yang berarti watak. Sedangkan moral berasal dari bahasa latin yaitu mos (tunggal), moris (jamak) yang berarti kebiasaan. Jadi etika atau moral dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai kesusilaan.
Obyek material dari etika adalah tingkah laku atau perbuatan manusia. Perbuatan yang dimaksudkan  adalah perbuatan yang dilakukan secara bebas dan sadar. Obyek formal dari etika adalah kebaikan dan keburukan atau bermoral dan tidak bermoral dari tingkah laku tersebut.

Tuesday, 23 September 2014

PERTEMUAN V, ETIKA dan MORAL



Etika dan moral

Secara etimologi etika dan moral hampir sama. Etika berasal dari bahasa yunani yaitu ethos, sedangkan moral berasal dari bahsa latin. Etika adalah sebuah refleksi kritis dan rasional mengenai nilai dan norma moral yang menentukan dan terwujudnya dalam sikap dan pola prilaku hidup manusia, baik secara pribadi maupun kelompok.

PERTEMUAN V, KESESATAN BERPIKIR



Kesesatan pemikiran (fallacia)

Falacia adalah kesalahan pemikiran dalam logika, bukan karena fakta tetapi kesalahan atas kesimpulan karena penalaran yang tidak sehat. Contoh kesalahan fakta :‘presiden AS Barack Obama lahir di Indonesia, ahmad lahir dengan bintang Gemini  maka hidupnya dengan persoalan.
Ada juga kesalahan penalaran. Kesalahan penalaran pun terbagi dua, yaitu formal dan informal. Kesalahan penalaran formal terjadi karena melanggar rumus-rumus logika. Sedangkan kesalahan  penalatan informal adalah kesesatan dalam bahasa.

Pertemuan V, SILOGISME



Silogisme

Silogisme adalah penyimpulan dari dua premis-premis yang disimpulkan menjadi keputusan yan g baru. Prinsipnya, bila premis benar maka kesimpulan benar.
Silogisme terbagi menjadi dua, yaitu silogisme kategoris dan silogisme hipotesis. Silogisme kategoris dimana premis dan kesimpulannya tanpa syarat. Sedangkan silogisme hipotesis adalah premis mayornya terdiri dari keputusan disyungtif. 

Monday, 22 September 2014

Pertemuan IV, Logika Induktif dan Deduktif



Logika terbagi dua, yaitu logika induksi dan deduksi. Logika induktif adalah cara kerja ilmu pengetahuan yang bertolak dari sejumlah proposisi tunggal/particular tertentu untuk menarik kesimplan umum tertentu. kesimpulan tersebut merupakan generalisasi fakta yang memperlihatkan kesamaan, namun kesimpulan umum harus dianggap sebagai bersifat sementara karena ciri dasar induktif tidak lengkap. Persamaan penalaran induktif dengan deduktif adalah argumentasi keduanya terdiri dari premis-premis yang mendukung kesimpulan. Sedangkan perbedaannya dalah penalaran induksi yang tepat akan mempunyai premis-premis benar tapi kesimpulan salah, kaena argumentasi penalaran nduktif tidak membiktikan kesimpulan benar. Premis hanya menetapkan kesimpulan berissi suatu kemungkinan. Maka argumentasi dalam penalaran induksi tidak dinilai sebgai sahih/valid atau tidak sahih/valid tapi berdasarkan probabilitas.

Pertemuan IV, LOGIKA





Logika berasal dari bahasa yunani logikos yang berarti sesuatu yang diungkapkan atau diutarakan lewat bahasa. Istilah pertama dugunakan pertama kali oleh zeno dari citum (334-262 SM)
Cabang filsafat yang mempelajari, menyusun, dan membahas asas-asas atau aturan formal serta kriteria yang sahih bagi penalaran dan penyimpulan untuk mencapai kebenaran yang dapat dipertanggung jawabkan. Secara singkat yaitu berpikir yang lurus (tepat)

pertemuan IV, Konfirmasi, Inferensi, Konstruksi Teori



Sesi  ke-2
Konfirmasi                                                                                                             

Konfirmasi secara etimologi adalah confirmation yang berarti penegasan, memperkuat. Fungsinya dalam filsafat ilmu pengetahuan adalah sebagai penjelas, penegas, dan memperkuat apa yang didapat dari kenyataan atau fakta. Bersifat interpretative serta memberi makna tentang sesuatu. Konfrimasi terbagi dalam dua aspek yaitu konfirmasi kuantitatif dan kualitatif. Untuk membuktikan kebenaran ilmu pengetahuan maka dibuthkan aspek kuatitatif. Sedangkan aspek kualitatif untuk menunjukkan kebenaran nila kuantitatif tidak bisa di laksanakan. Contohnya penelitian yang menjalankan model wawancara mendalam (dept interview).


Pertemuan IV, Subyektivisme dan Obyektivisme



Pertemuan ke-4
Sesi 1
Subyektivisme dan obyektivisme.

Pada pertemuan kali ini, kbk blok filsafat membahas tentang subyektivisme dan obyrktivisme. Perlu di ketahui bahwa kata isme merupakan aliran yang menekankan. Jadi pengetian dari subyektivisme adalah aliran-aliranyang menekankan pengetahuan pada individu. Sedangkan obyektivisme adalah pandangan yang menekankan butir-butir pengetahuan manusia dari soal yang sederhana sampai kompleks

Saturday, 20 September 2014

Pertemuan IV, Critical Thinking



CRITICAL  THINKING

Pengertian berpikir kritis

-Chaffe, 1990 => merasionalkan kehidupan manusia dan secara hati-hati mengamati atau memeriksa proses berpikir sebagai dasar mengklarifikasi dan memperbaiki pemahaman kita tentang sesuatu.

Thursday, 18 September 2014

Pendapat : Pergaulan Bebas



Berdasarkan metode rasionalisme, Pergaulan merupakan suatu proses interaksi antar individu. Seperti kata Aristoteles bahwa manusia adalah mahluk social. Dimana manusia tidak bisa hidup sendiri. Sedangkan pergaulan bebas adalah suatu intraksi antar individu untuk membentuk suatu hubungan. Sebagaimana kita ketahui setiap manusia memiliki haknya sendiri-sendiri, namun hal itu di batas karena adanya norma-norma yang berlaku.

Pendapat : Polemik PILKADA Langsung dan Tidak Langsung



Dulu sebelum berlakunya undang-undang No. 32 tahun 2004, PILKADAa dilaksanakan secara tidak langsung. Kepala daerah dipilih oleh DPRD namun sejak tahun 2005 PILKADA dilakukan secara langsung. Namun akhir-akhir ini pemerintah ingin merubah aturan tersebut. Bahkan usulan  tersebut di dukung oleh para anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang bergabung dalam Koalisi Merah Putih.

Pertemuan III, Kebenaran




Kebenaran sangatlah penting dan berharga, sehingga banyak orang yang rela mengeluarkan harga yang mahal untuk menyingkap suatu kebenaran. Untuk menilai sutu penyataan maka digunakanlah istilah benar-salah. Pengetahuan bisa di nilai betul atau salah karena pada dasarnya pengetahuan merupakan gabungan atau perpaduan dari sistim pernyataan.

Pertemuan III, Epistemologi

Epistime berasal dari bahasa yunani yaitu epistime dan logos. Epistime berarti pengetahuan, percakapan sedangkan logos berarti ilmu. Jadi Epistemologi adalah teori yang berhubungan dengan hakikat dari ilmu pengetahuan, pengandaian-pengandaian, dasar-dasarnya serta pertanggung jawaban atas pertanyaan mengenai pengtahuan yang dimiliki oleh setiap manusia.

Tuesday, 16 September 2014

Pertemuan II, Aksiologi




sesi pertama

Pada pertemuan ke-2 sesi pertama, di isi oleh Pak Mikha yang menjelaskan AKSIOLOGI.
Aksiolgi berasal dari bahasa yunani yaitu axios dan logos. Axios berarti nilai sedangkan logos adalah ilmu. Nilai berarti berkaitan dengan kegunaan. Aksiologi merupakan cabang filsafat yang mempertanyakan bagaimana manusia menggunakan ilmunya. Sehingga aksiologi dapat diartikan sebagai ilmu yang membicarakan tujuan ilmu pengetahuan itu sendiri.


Pertemuan II, METAFISIKA




Sesi ke-2



Terdapat pembagian filsafat yaitu; tahap awal dimana pada tahap ini filsafat merupakan induk dari segala ilmu lalu makin rasinal dan sistematis, kemudian pengetahuan manusia semakin banyak akan tetapi semakin khusus, lalu disiplin ilmu memisahkan diri dari filsafat namun permasalahan semakin banyak sehingga dibagia sesuai dengan kelompok permasalahan, yang disebut dengan filsafat.
Adapun tokoh-tokoh yang berjasa pada pembagian filsafat, diantaranya; Aristoteles, Christian Wolf (1679-1754), Will Durant (The Story of Philosophy, 196), Eeste Nederlanse Systematic Ingerichte Encyclopaedie, dan The World University Encyclopedia

Monday, 15 September 2014

Pertemuan I, Pengantar Filsafat


introduce with filsafat

filsafat berasal dari bahasa yunani, yaitu philo (pencari/kekasih/sahabat) dan Sophia (kebijaksanaan/kearifan/pengetahuan)  dapat diartikan sebagai “cinta akan pengetahuan”


definsi filsafat 

-          Filsuf Pra-Sokratik = ilmu berupaya memahami hakikat (orkhe/asal mula)alam dan realitas dengan mengandalkan akal budi
-          Plato = ilmu yang berusaha meraih kebenaran asli dan murni
-          Aristoteles = ilmu yang senantiasa mencari prinsip dan penyebab realitas yang ada.
-          Rene Descartes (filsuf perancis) =pangkal penyelidikannya tuhan, alam, dan manusia.
-          William james (filsuf amerika) = upaya luar biasa hebat untuk berpikir jelas dan terang.


Identitas

Nama : Dinda Ayu Rahmadani
Nim : 705140137
saya adalah mahasiswa semester 1 Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara