Sunday, 31 July 2016

Nicotine

Definisi
Salah satu zat adiktif yang di legalkan sepenuhnya oleh hukum untuk

digunakan oleh orang dewasa sampai remaja adalah nicotine. Nicotine adalah

alkaloid yang ditemukan dalam tembakau. Rokok merupakan salah satu

pengantar nicotine yang paling popular, dan menerima zat tersebut ke otak

dalam hitungan detik (Hoeksema, 2014).



Nicotine dijalankan pada kedua pusat dan sekeliling saraf. Nicotine

membantu melepaskan beberapa biokimia yang ada dalam otak, termasuk

dopamine, norepinephrine, serotonin, dan endogenous epiods. Walaupun orang-

orang sering mengatakan merokok untuk mengurangi stres, efek fisiologis

nicotine menyerupai melawan atau respon melayang. Beberapa sistem di dalam

tubuh menimbulkan, termasuk kardiovaskular, dan sistem pernafasan

(Hoeksema, 2014).
Kriteria Penggunaan Nicotine

Menurut American Psychiatric Assocciation dalam DSM IV-TR (APA,

2000) ketergantungan pada nicotine secara umum tidak tampak. Toleransi untuk

nicotine adalah manifestasi oleh efek yang lebih intens pada penggunaan

nicotine pertama kali selama sehari dan absen dari kemuakan dan pusing yang

berulang, meskipun penggunaan zat secara regular.

Menurut DSM-IV- TR (APA, 2000) kriteria untuk nicotine withdrawal di bagi

menjadi beberapa kriteria, yaitu:

A. Setiap hari menggunakan nikotin selama minimal beberapa minggu.

B. Meliputi 4 atau lebih gejala berikut ini, yang dialami dalam waktu 24 jam

setelah menghentikan penggunaan nikotin atau menurunkan dosisnya :

1. Disforia atau mood yang terdepresi.

2. Insomnia.

3. Iritabilitas atau frustasi atau kemarahan.

4. cemas.

5. Sulit untuk konsentrasi.

6. Gelisah.

7. Penurunan denyut nadi.

8. Peningkatan nafsu makan dan berat badan.

C. Gejala pada kriteria B mengakibatkan keadaan klinis yang berbahaya dan

signifikan dalam fungsi social, okupasional dan fungsi lainnya.

D. Gejala-gejala tersebut di atas tidak termasuk adanya kondisi medis umum.

Dampak Nicotine

Penggunaan nicotine dapat memiliki efek yang berbeda pada tubuh, yaitu

(Downs, 2012)

 Menurunkan nafsu maka (untuk alasan ini, takut berat badan

mempengaruhi kesediaan orang untuk berhenti merokok);

 Meningkatkan mood dan bisa menghilangkan depresi ringan.

Banyak orang merasakan kesejahteraan;

 Meningkatkan aktivitas usus;

 Menciptakan lebih banyak air liur dan lendir;

 Meningkatkan denyut jantung sekitar 10 sampai 20 denyut per

menit;

 Meningkatkan tekanan darah dengan 5 sampai 10 mmHg;

 Dapat menyebabkan berkeringat, mual, dan diare; dan

 Merangsang memori dan kewaspadaan. Orang-orang yang

menggunakan tembakau sering bergantung pada tembakau untuk

membantu mereka menyelesaikan tugas-tugas tertentu dan

melakukan dengan baik.
Nicotine dalam Rokok
Menurut NCHS (Papalia & Martorell, 2014) merokok adalah salah satu

penyebab kematian yang dapat dicegah diantara orang dewasa di US, tidak

hanya berhubungan dengan kanker paru-paru, tetapi juga dapat meningkatkan

resiko penyakit jantung, struk, penyakit paru-paru kronis. Periode perkembangan

emerging adulthood lebih suka merokok dari pada kelompok usia yang lain.

Lebih dari 40% dari usia 20-25 tahun melaporkan bahwa mereka menggunakan

rokok. Menurut SAMHSA (SAMSHSA, 2008; Johnston et al., 2012; Hoeksema,

2014) di US, 70% orang-orang dari usia 12 tahun pernah merokok beberapa

waktu dalam hidupnya, dan 28% baru menjadi perokok. Merokok biasanya

dimulai dari masa remaja awal. Sebuah survey pada kelas 12, ditemukan 40%

perokok merokok beberapa waktu dalam hidupnya, dan 10% merokok setiap hari

(Johnston et al., 2012; Hoeksema, 2014).

Hampir dua-tiga dari orang-orang yang merokok menjadi ketergantungan

terhadap nicotine, angkanya menunjukkan lebih tinggi dari pada ketergantungan ,

angkanya menunjukkan lebih tinggi dari pada ketergantungan psychoactive yang

lain (Lopez-Quentero et al., 2001; Hoeksema, 2014). Penggunaan dari tembakau

meningkat di Negara berkembanga (Hoeksema, 2014).

Pada tahun 2000, merokok telah membunuh 5 juta orang sedunia,

setengah dari Negara berkembang dan setengah dari Negara industry (Ezzati &

Lopez, 2004; Papalia & Maroterell, 2014). Meskipun mengetahui resiko dari

merokok, orang-orang tetap merokok. Hal ini dikarenakan merokok adalah

candu. Kecendrungan dari adiksi berkemungkinan dikarenakan genetik (Lerman

et al., 1999; Pianezza, Sellers, & Tynddale, 1998; Sabol et al., 1999; Papalia &

Martorell, 2014).

Meskipun 80% individu yang merokok menunjukkan keinginan untuk

berhenti merokok, dan 35% mencoba untuk berhenti setiap tahunnya, kurang

dari 5% yang sukses tanpa bantuan (APA, 2000)

Menurut Menteri Kesehatan Republik Indonesia Prof. dr. Tjandra Yoga

Aditama,  SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE. Dikutip dalam artikel

health.liputan6.com mengungkapkan delapan fakta mengenai rokok di Indonesia,

yaitu (Sutanto, 2013)

1. Jumlah preokok aktitf di Indonesia terbanyak ke Tiga di dunia setelah

China dan India;

2. Prevalensi perokok: 67,4% (laki-laki) dan 84,5% (perempuan);

3. 61,4 juta perokok di Indonesia;

4. 97 juta warga (non-smoker) terpapar asap rokok orang lain (secondhand

smoke);

5. 43 juta anak-anak terpapar asap rokok (secondhand smoke), diantaranya

11,4 juta anak usia 0-4 tahun;

6. Lebih dari 200.000 meninggal setiap tahun akibat penyakit berhubungan

dengan rokok;

7. Tren kenaikan anak usia 10-14 tahun yang merokok tahun 1995 dan

mengalami peningkata hingga enam kali lipat pada tahun 2007. Jumlah

perokok anak 1995 sebesar 71.126 dan pada tahun 2007

sebesar426.214 anak; dan

8. Beban ekonomi makro akibat penggunaan tembakau sebesar Rp 245, 41

Triliun Rupiah.

2.1.5 Jenis-Jenis Rokok

Di Indonesia terdapat dua jenis rokok yang beredar, yaitu rokok putih dan

rokok kretek. Rokok putih merupakan rokok yang di kenal di seluruh dunia.

Rokok putih merupakan rokok dengan atau tanpa filter, menggunakan tembakau

Virginia iris atau tembakau lainnya, tanpa menggunakan cengkeh, digulung

dengan kertas sigaret dan boleh menggunakan bahan tambahan yang lain,

kecuali yang tidak di ijinkan oleh pemerintah RI. Sedangkan rokok kretek memiliki

ciri khas campuran cengkeh pada tembakau rajangan yang menghasilkan bunyi

kretek-kretek ketika dihisap. Rokok kretek dibagi menjadi dua jenis, yaitu Sigeret

kretek Tangan (SKT) dan Sigaret Kretek Mesin (SKM) (Kusuma, Yuwono, &

Wulan, 2016).

Namun, ditengah derasnya kesadaran masyarakat untuk menghentikan

kebiasaan merokok, karena kesehatan. Terdapat alternatif lain yang dapat

digunakan, yaitu rokok elektrik. Rokok elektrik dapat digunakan seperti rokok

biasa, dan rokok elektrik juga memiliki berbagai rasa. (Kusumaningrum, 2014).

Rokok elektrik berkembang di Tiongkok pada tahun 2004. Rokok elektrik bekerja

dengan dihisap melalui mulut. Aliran udara yang mengalir dari mulut penghisap

akan menyalakan sensor yang memicu bekerjanya pemanas kecil bertenaga

baterai. Kemudian, pemanas tersebut menguapkan nikotin cair sintesis dalam

wadah sekaligs mengaktifkan cahaya yang menyala di ujung batang rokok, selain

itu rokok ini juga mengeluarkan uap (Alvionita, 2016).

Sebuah penelitian di jepang menemukan bahwa rokok elektrik dapat

menyebabkan kanker karena terdapat kandungan zat karsinogenik atau zat

penyebab kanker seperti formaldehyde dan acetaldehyde. Kandugan tersebut

dapat meningkatkan resiko kanker yang lebih besar dibandingkan rokok biasa.

Selain itu, badan kesehatan dunia atau WHO telah melarang penjualan rokok ini

secara bebas, karena di khawatirkan mampu merusak kesehatan terutama bisa

asapnya terhirup oleh anak-anak. WHO juga untuk mengkonsumsi rokok ini di

ruang tertutup (Kusumanigrum, 2014).
Treatment
Untuk menjaga kesehatan, terdapat beberapa treatment yang dapat

diberikan untuk berhenti mengkonsumsi nikotin atau rokok , yaitu (Mayo Clinic,

2016)

1. Nicotine Replacement Therapy (NRT). Merupakan terapi yang

memberikan nitkotin tanpa tembakau dan bahan kimia dalam asap rokok.

Produk pengganti nikotin ini membantu klien untuk menahan diri ketika

ingin merokok. Berikut beberapa produk pengganti nikotin yang tersedia

di semua konter, yaitu (a) Nicotine (NicoDerm CQ, Habitrol, orang lain).

Patch memberikan nikotin melalui kulit ke dalam aliran darah. Patch baru

digunakan setiap hari; (b) Nicotine Gum. Merupakan permen karet yang

memberikan nikotin untuk darah melalu selaput mulut; dan (c) Nicotine

Lezenge. Permen yang laruh dalam murut. Selain itu ada juga pengganti

nikotin yang tersedia dengan resep, yaitu Nicotine nasal spray. Produk ini,

disemprotkan langsung ke setiap lubang hidung; dan Nicotine inhaler.

Produk ini berbentuk seperti pemegang rokok. Disap dan memberikan

uap nikotin. Lalu uap nikotin terserap melalui lapisan mulut.

2. Non-Nicotine Medications. Obat-obat yang tidak mengandung nikotin dan

tersedia dengan resep meliputi; Bupropion (Zyban), Varenicline (Chantix),

dan Nortriptyline (Pamelor).

3. Counseling, support group, and other program. Terdapat beberapa

konseling yang dapat dilakukan, seperti telephone consoling, individual or

group counseling program,dan internet-based program.

4. Alternative medicine. Beberapa alternatif yang dapat dilakukan selain

pengobatan tersebut, ialah akupuntur, suplemen herbal, hypnosis, dan

meditasi.

No comments:

Post a Comment