Berdasarkan metode rasionalisme, Pergaulan merupakan suatu
proses interaksi antar individu. Seperti kata Aristoteles bahwa manusia adalah
mahluk social. Dimana manusia tidak bisa hidup sendiri. Sedangkan pergaulan
bebas adalah suatu intraksi antar individu untuk membentuk suatu hubungan.
Sebagaimana kita ketahui setiap manusia memiliki haknya sendiri-sendiri, namun
hal itu di batas karena adanya norma-norma yang berlaku.
Hal ini lah yang dimaksud akan pergaulan bebas. Dimana
mereka melangar norma-norma yang berlaku. Seperti di Indonesia, seorang anak
perempuan tabu untuk melakukan sex sebelum mereka menikah. Tentunya hal ini
berbeda dengan yang terjadi di luar negri, dimana ketika anak mereka berusia 17
tahun ke atas, mereka bebas untuk melakukan apa saja bahkan tinggal satu rumah
dengan kekasih mereka. Tentunya kita tidak bisa membandingkan antara yang satu
dengan yanga lain Terlebih norma-norma yang berlaku di Indonesia. Norma-norma
yang ada di Indonesia telah ada dan mendarah daging hingga sekarang. Jika kita
tinjau lebih lanjut tentunya norma-norma ini bernilai untuk menjaga masyarakat
dari hal-hal yang tidak di inginkan.
Banyak sekali contoh-contoh dari pergaulan bebas yaitu ; sex
bebas, narkoba, minum-minuman keras dll. Tapi yang paling dilarang keras adalah
sex bebas dan narkoba. Seperti di kampanye-kampanye banyak larangan untuk sex
bebas dan narkoba.
Sex bebas dan narkoba merupakan pergaulan yang berbahaya,
karena dapat menghancurkan masa depan. Sex bebas dapat menyebabkan kehamilan,akan
tetapi banyak orang yang menyangkalnya dengan mengatakan bahwa bisa di cegah
dengan pengaman seperti kondom atau KB. Akan tetapi pengaman tersebut tidak lah
selalu aman karena, pengaman hanya bisa mencegah kehamilan 99% sedangkan 1%
merupakan peluang untuk terjadinya kehamilan. Tentunya hal ini sangat merugikan
pihak perempuan terlebih lagi mereka yang masih belum dewasa secara usia dan
pemikiran. Meraka akan bingung dan kalut bagaimana menghadapi hal ini.
Jika hal itu terjadi di luar negeri seperti rusia atau
amerika tentu ini bukanlah suatu masalah karena mereka dapat membuat
pilihan-pilihan seperti mengaborsikan janin mereka karena di sana memang ada
klinik-klinik yang menyediakan layanan aborsi, atau melahirkan bayi tersebut untuk di serahkan kepada
pasangan-pasangan yang menginginkan keturunan akan tetapi belum mendapatkannya
atau bisa juga untuk dirawatnya sendiri.
Berbeda dengan Indonesia, kehamilan yang di luar nikah
sangatlah tabu, bahkan jika bayi
tersebut lahir, masyarakat akan mengecap jelek anak tersebut dan mengatkannya
anak haram. Dan bila mereka melakukan aborsi, di Indonesia aborsi sangatlah di
tentang sehingga tidak ada klinik yang memang menjamin keselamatan sang ibu
jika ia ingin menggugurkan janinnya tersebut. Sehingga jika ia melakukan aborsi
hanya terdapat dua pilihan hidupnya, meniggal bersama anaknya atau penyesalan
yang akan datang di kemudian hari karena tidak sedikit perempuan yang telah
melakukan aborsi susah untuk bisa mendapatkan keturunan kembali karena adanya
kerusakan pada rahimnya ketika ia melakukan aborsi.
Berbeda dengan narkoba, narkoba memang banyak dan hampir di
setiap tempat menentang akan penggunaan narkoba. Namun ada juga beberapa Negara
yang melegalkan warganya untuk menggunakan narkoba. Tentunya tidak dengan
Indonesia yang melarang dengan keras penggunaan narkoba bahka telah dibuat
undang-undang tentang narkoba, baik untuk pemakai dan pengedar. Narkoba lebiha
banyak mendatangkan nilai negative dari pada positive. Ada narkoba yang dapat
meningkatkan kepercayaan diri seseorang, akan tetapi apakah orang tersebut akan
selalu menggunakan narkoba untuk meningkatkan keprecayaan dirinya tersebut?
Tentunya tidak karena setiap orang itu memiliki batas, begitu juga dengan tubuh
kita, ketika kita terlalu banya mengkonsumsi narkoba, hal ini dapat menyebabkan
kematian.
Bagaimana dengan mereka yang telah berhenti dari narkoba.
Sebagaimana kita ketahui bahwa narkoba itu menyerang system saraf manusia, jadi
ketika seseorang yang menggunakan narkoba lalu berhenti tentu kinerja otaknya
tidak seperti ketika ia tidak menggunakan narkoba.
Jadi, menurut saya sebaiknya kita sebagai genrasi muda
penerus bangsa, berpikirlah terlebih dahulu sebelum bertindak. Jangan hanya
memikirkan nafsu jasmani tetapi cobalah
untuk berpikir lebih jauh, tentukan dengan bijak mana yang baik dan mana yang
buruk, karena ini menyangkut akan masa depan kita. Jangan hanya karena ingin
dibilang keren atau ingin mengikuti orang lain agar dibilang keren kita
mengambil keputusan yang salah. You olny live once but if you do it right, once
is enough.
Lengkap yaa, tapi kurang fariasi din, mungkin bisa di tambah foto gitu biar lebih menarik, gue kasih nilai 80 yaa
ReplyDeleteyaaa isinya lengkap tapi kreativitas tetap di tingkatkan yah.. nilai 85 buat kamu :D
ReplyDeletetinggap tambah gambar yaaa,, 80 :)
ReplyDelete