Monday, 22 September 2014

Pertemuan IV, LOGIKA





Logika berasal dari bahasa yunani logikos yang berarti sesuatu yang diungkapkan atau diutarakan lewat bahasa. Istilah pertama dugunakan pertama kali oleh zeno dari citum (334-262 SM)
Cabang filsafat yang mempelajari, menyusun, dan membahas asas-asas atau aturan formal serta kriteria yang sahih bagi penalaran dan penyimpulan untuk mencapai kebenaran yang dapat dipertanggung jawabkan. Secara singkat yaitu berpikir yang lurus (tepat)


 Ilmu pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan tentang pokok yang  tertentu. logika bukanlah teori belaka, akan tetapi logika juga merupakan suatu keterampilan untuk menerapkan hukum-hukum pemikiran dalam praktek.

Obyek logika terbagi dua, yaitu obyek material dan obyek formal. obyek material adalah manusia itu sendiri. Sedangkan obyek formal ialah kegiatan akal budi untuk melakukan penalaran yang tepat yang tampak melalui ungkapan pikiran melalui bahasa.

Adapun manfaat dari belajar logika, yaitu ; 1) membantu orang untuk berpikir kritis, rasional dan metodis. 2) meningkatkan kemampuan bernalar secara abstrak. 3) mampu berdiri lebih tajam dan mandiri. 4) menambah kecerdasan berpikir, sehingga bisa menghindari kesesatan dan kekeliruan dalam menarik kesimpulan.

Logika dikenal pertama kali oleh Zeno dengan aliran Stoisismenya, tetapi filsuf yang pertama kali menggunakannya dalam ilmu pengetahuan adalah aristoteles, yang lebih dikenal dengan sebutan analitika. Prinsip logika tradisional yang dikembangkan aristoteles tetap menajadi prinsip logika modern. Logika tradisional membahas tentang definisi konsep term menururt struktur, susunan dan nuansa, seluk beluk penalaran untuk mendapatkan kebenaran yang sesuai dengan kenyataan.

Adapun macam-macam logika, yaitu ; logika kodrati, logika ilmiah, dan logika formal. Logika kodrati adalah suatu suasana saat aka budi bekerja menurut hukum logika secara spontan. Misalnya saat seseorang mendapa sms dari ibu untuk membeli ikan di pasar, maka orang tersebut akan langsung pergi ke pasar.

Logika ilmiah adalah saat berusaha mempertajam akal budi manusia agar dapat bekerja lebih teliti atau tepat, sehingga kesesatan dapat terhindari. Dipelajari sebagai aturan, hukum, asas agar diperoleh pemikiran yang benar dan bisa dipertanggungjawabkan secara rasional. Sedangkan logika formal adalah logika yang berbicara tentang kebenaran.

 Logika formal disebut juga logika minor. Sebuah argument dikatakan mempunyai kebenaran bentuk bila konklusinya ditaris secara logis dari premisatau titik pangkalnya dengan mengabaikan isi yang terkandung dalam argumentasi tersebut. Susunan premis-premis perlu di perhatikan dengan benar, untuk bisa menarik kesimpulan.

Adapun rumus dalam membuat premis-premis tersebut, yaitu; jika semua M adalah P, jika semua S adalah M, jadi semua S adalah P. pola susun penalaran tersebut disebut penalaran. Penalaran yang bentuk dengan tepat disebut penalaran yang sahih (valid). Semua penalaran, apa pun isi atau maknanya,
asal bentuknya tepat, dapat dipastikan bahwa penalaran itu sahih

 contohnya :


 - Malaikat itu benda fisik.
 - Batu itu malaikat.
 - Maka, batu itu benda fisik.



Kalau kita sesuaikan dengan kenyataan, jelaslah bahwa isi dari tiga  pernyataan yang membentuk argumen di atas adalah salah (tidak sesuai fakta).  Namun argumen tersebut benar berdasarkan logika formal dari segi bentuknya, karena kesimpulan sungguh ditarik dari premis atau titik pangkal yang menjadi dasar penyimpulan tersebut. Isi dari kesimpulan tersebut salah tidaklah disebabkan karena  proses penarikan kesimpulan yang tidak tepat, melainkan isi dari premis-premisnya sudah salah.

Logika material disebut juga logika mayor. Sebuah argument dikaran mempunyai kebenaran isi  apabila pernyataan yang membentuk argument tersebut sesuai dengan kenyataan.  Contohnya ;
-semua manusia memiliki kaki
-budi memiliki kaki
-jadi, budi adalah manusia.
Sesuai dengna kenyataan yang ada manusia memikiki kaki, akan tetapi jika diteliti lebih lanjut menurut bentuknya, argument tersebut tidaklah valid. Konklusi yang ditarik tidak berdasarkan pangkal pernyataanna

Argument ilmiah mementingkan struktur penalaran yang tepat atau sahih (valid) sekaligus isi atau maknanya sesuai dengan kenyataan. Dengan kata lain, kebenaran suatu argument dari segi bentuk da nisi adalah persyaratan mutlak.
Contoh :
-Jika premis salah, maka kesimpulan dapat salah atau benar
Semua binatang menyusui memiliki sayap.
Burung binatang menyusui.
Jadi burung memiliki sayap.

-Jika kesimpulan benar, maka premisnya dapat benar tetapi dapat juga salah.
Semua kucing binatang mamali
Anjing adalah kucing
Jadi anjing adalah mamalia.

3 comments:

  1. bagus deh blog nya, aku kasih 90 yaa :)

    ReplyDelete
  2. Dinda blognya cerah , jadi menarik untuk dibaca . 90 ya untuk kamu ;D

    ReplyDelete
  3. Dinda, Blog lu keren banget, enak dibaca, gua kasih 95 nih.....

    ReplyDelete