Sesi ke-2
Terdapat pembagian filsafat yaitu; tahap awal dimana pada
tahap ini filsafat merupakan induk dari segala ilmu lalu makin rasinal dan
sistematis, kemudian pengetahuan manusia semakin banyak akan tetapi semakin
khusus, lalu disiplin ilmu memisahkan diri dari filsafat namun permasalahan
semakin banyak sehingga dibagia sesuai dengan kelompok permasalahan, yang
disebut dengan filsafat.
Adapun tokoh-tokoh yang berjasa pada pembagian filsafat,
diantaranya; Aristoteles, Christian Wolf (1679-1754), Will Durant (The Story of
Philosophy, 196), Eeste Nederlanse Systematic Ingerichte Encyclopaedie, dan The
World University Encyclopedia
Terdapat tujuh cabang filsafat yaitu; epistemology (filsafat
ilmu pengetahuan), Metafisika (ontology,
teologi metafisik, antropologi), logika(berpikir kritis), Etika (filsafat
tingkah laku), Estetika (filsafat keindahan), Aksiologi (filsafat nilai), dan
filsafat khusus berbagai disiplin ilmu (filsafat pendidikan, agama, hukum,
ekonomi, matematika, dll)
Epistemology berasal dari bahasa yunani berasal dari kata
episteme (pengetahuan) dan logos (kata, pikiran, percakapan, ilmu). Jadi
epistemology adalah kata, pikiran,
perckapan tentang pengetahuan yang mempermasalahkan sumber, asal mula, sifat
dasar, batas, jangkauan, validitas.
Pengetahuan memiliki subje dan objek. Subjek adalah yang
mengetahui dan objek yang diketahui. Pengetahuan bertautan eran dengan
kebenaran, karena demi kebenaran pengetahuan eksis.
Terdapat tiga jenis pengetahuan yaitu; pengetahuan biasa,
ilmiah dan filsafati. Pengetahuan biasa adalah pengetahuan pra-ilmiah atau
pengetahuan yang merupakan hasil dari indra sehingga harus diuji lagi
kebenarannya. Sedangkan pengetahuan ilmiah merupakan pengetahuan yang telah
diperoleh dari hasil pengujian yang ilmiah dan dapat dijamin pasti kebenarannya.
Contohnya seperti pengetahuan tentang gravitasi. Gravitasi adalah gaya
tarik-menarik yang terjadi antara semua pertikel yang mempunyai massa di alam
semesta. Tentunya teori tentang gravitasi merupakan hasil dari penelitian yang
dilakukan secara ilmiah dan mendapat pengakuan dari semua kalangan. Dan yang terakhir adalah
pengetahuan filsafati. Pengetahuan filsafati adalah pengetahuan yang mengajarka
pemikiran rasional yang didasarkan pada pemahaman dan pemikiran logis,
analitis, dan sistematis
terdapat sumber-sumber
pengetahuan.
- Menurut Plato, Descartes, Spinoza, Leibniz pengetahuan berasal dari akal budi atau ratio.
- Plato, Descartes, Spinoza, Leibniz : akal budi atau rasio.
- Bacon, Hobbes, Locke: pengalaman inderawi. Seluruh ide, konsep manusia berasal dari pengalaman, dan bersifat aposteriori.
- John Locke: ide manusia berasal dari sensasi, refleksi terhadap ide sensatif itu.
- Immanuel Kant: Walau ide dan konsep apriori, ia bisa diaplikasikan bila ada pengalaman. Dkl: akal budi manusia bisa berfungsi bila dihubungkan dengan pengalaman.
Kebenaran akan ilmu pasti masih di pertanyakan. Bahkan telah banyak
filsuf yang berusaha untuk menjawabnya.
- skeptisisme yang mengatakan tidak ada pengetahuan yang pasti.
- Phyrro (365-275 SM) mengatakan bahwa kita harus senantiasa menyangsikan segala sesuatu , karena tidak ada yang benar-benar dapat diketahui dengan pasti.
- J. Wilkins (1614-1672) dan J. Glanvill (1636-1680) membedakan pengetahuan tertentu yang sempurna dan pengetahuan tertentu yang sudah pasti., sehingga tak seorag pun manusia dapat meraih pengetahuan sempurna karena kemampuan manusia telah cacat.
- David Hume (1711-1776) mengatakan generalisasi induktif bukan suatu proses berpikir, tapi sekedar berharap.
- Thomas Reid (1710-1796) mengatakan bahwa kepercayaan kita yang sangat mendasar harus dibenarkan oleh argumen rasional falsafati.
- Albert Camus (1913-1960) mengatakan manusia berusaha menakar makna dari sesuatu yang pada hakekatnya tak bermakna. Baginya, tidak ada makna, tidak ada pengetahuan yang benar secara objektif.
Kesahihan Pengetahuan
- Beberapa teori kesahihan pengetahuan:
gagasan proposisi sebelumnya yang sahih.
- Teori
kesahihan korespondensi: bersesuaian
dengan realitas, punya kaitan erat dengan
kepastian inderawi.
- Teori
kesahihan pragmatis: punya kegunaan bagi
yang memiliki pengetahuan.
- Teori
kesahihan logikal: berisi informasi sama dan
tak perlu dibuktikan lagi.
Metafisika
Etimologis: meta ta physika artinya
sesudah fisika.
arti metafisika secara umum pembahasan falsafati yang komprehensif mengenai seluruh realitas atau segala
sesuatu yang ada.
•
Pembagian metafisika: Metafisika umum
(ontologi) dan metafisika khusus yg meliputi ; kosmologi, teologi metafisik,
fils. Antropologi.
Metafisika Umum (Ontologi)
Membahas segala sesuatu yg ada secara
menyeluruh dengan cara memisahkan eksistensi dari penampilann eksistensi itu.
Metafisika Umum (Ontologi)
• teori ontologis
• Materialisme - menolak hal yg tak
kelihatan. Ada yang sesungguhnya adalah yg keberadaannya semata-mata material. tokohnya adalah Leukippos dan Demokritos (460-370sM), Hobbes
(1588-1679), dan L.A.Feuerbach (1804-1872)
• Dualisme - tipe fundamental substansi
adalah materi (secara fisis) dan mental (tidak kelihatan secara
fisis)..
Metafisika Khusus (Teologi Metafisik)
- Kosmologi: percakapan ttg alam/ketertiban paling fundamental dr seluruh realitas.Yang disoroti adalah ruang dan waktu, perubahan, kebutuhan, keabadian dengan metode rasional
- Teologi metafisik: dikenal dengan theodicea yang membahas kepercayaan pada Allah di tengah realitas kejahatan yang merajalela di dunia.Beberapa tokoh Anselmus, Descartes, Thomas Aquinas, I.Kant membuktikan Allah ada dengan bukti rasional sbb:
- argumen ontologis: semua manusia punya ide tentang Allah. Realitas lebih sempurna dari ide. Tuhan pasti ada dan realitas adanya pasti lebih sempurna dari ide manusia tentang Tuhan.
Metafisika Khusus (Teologi metafisik)
• Argumen kosmologis - setiap akibat pasti punya
sebab.
• Argumen teleologi - Segala sesuatu ada
tujuannya.
• Argumen moral - Manusia bermoral karena dapat
membedakan yang baik dan buruk.
•
Filsafat Stoa - segala sesuatu
dijadikan oleh kekuatan ilahi/kekuatan alam.
•
David Hume - Tidak ada bukti yang benar-benar
sahih yang membuktikan Allah ada.
•
Feuerbach - religi tercipta oleh hakekat manusia
sendiri, yakni egoisme.
•
L. Feuerbach - religi tercipta oleh hakikat
manusia sendiri.
•
F. Nietzche - Ia berkesimpulan
Allah itu sudah mati.
•
Sigmund Freund - tiga fungsi allah yang utama yaitu ; penguasa alam, mendamaikan manusia dengan nasibnya yang mengerikan, dan menjaga agar ketentuan/peraturan budaya dilaksanakan.
sumber : catatan dari slide dosen
sumber : catatan dari slide dosen
Setelah baca Blog lu gua jadi ngerti tentang Metafisika, sama pendapat-pendapat tokohnya, mantap deh!!!
ReplyDelete