Thursday, 18 September 2014

Pendapat : Pergaulan Bebas



Berdasarkan metode rasionalisme, Pergaulan merupakan suatu proses interaksi antar individu. Seperti kata Aristoteles bahwa manusia adalah mahluk social. Dimana manusia tidak bisa hidup sendiri. Sedangkan pergaulan bebas adalah suatu intraksi antar individu untuk membentuk suatu hubungan. Sebagaimana kita ketahui setiap manusia memiliki haknya sendiri-sendiri, namun hal itu di batas karena adanya norma-norma yang berlaku.


Hal ini lah yang dimaksud akan pergaulan bebas. Dimana mereka melangar norma-norma yang berlaku. Seperti di Indonesia, seorang anak perempuan tabu untuk melakukan sex sebelum mereka menikah. Tentunya hal ini berbeda dengan yang terjadi di luar negri, dimana ketika anak mereka berusia 17 tahun ke atas, mereka bebas untuk melakukan apa saja bahkan tinggal satu rumah dengan kekasih mereka. Tentunya kita tidak bisa membandingkan antara yang satu dengan yanga lain Terlebih norma-norma yang berlaku di Indonesia. Norma-norma yang ada di Indonesia telah ada dan mendarah daging hingga sekarang. Jika kita tinjau lebih lanjut tentunya norma-norma ini bernilai untuk menjaga masyarakat dari hal-hal yang tidak di inginkan.

Banyak sekali contoh-contoh dari pergaulan bebas yaitu ; sex bebas, narkoba, minum-minuman keras dll. Tapi yang paling dilarang keras adalah sex bebas dan narkoba. Seperti di kampanye-kampanye banyak larangan untuk sex bebas dan narkoba.

Sex bebas dan narkoba merupakan pergaulan yang berbahaya, karena dapat menghancurkan masa depan. Sex bebas dapat menyebabkan kehamilan,akan tetapi banyak orang yang menyangkalnya dengan mengatakan bahwa bisa di cegah dengan pengaman seperti kondom atau KB. Akan tetapi pengaman tersebut tidak lah selalu aman karena, pengaman hanya bisa mencegah kehamilan 99% sedangkan 1% merupakan peluang untuk terjadinya kehamilan. Tentunya hal ini sangat merugikan pihak perempuan terlebih lagi mereka yang masih belum dewasa secara usia dan pemikiran. Meraka akan bingung dan kalut bagaimana menghadapi hal ini.

Jika hal itu terjadi di luar negeri seperti rusia atau amerika tentu ini bukanlah suatu masalah karena mereka dapat membuat pilihan-pilihan seperti mengaborsikan janin mereka karena di sana memang ada klinik-klinik yang menyediakan layanan aborsi, atau melahirkan bayi  tersebut untuk di serahkan kepada pasangan-pasangan yang menginginkan keturunan akan tetapi belum mendapatkannya atau bisa juga untuk dirawatnya sendiri.

Berbeda dengan Indonesia, kehamilan yang di luar nikah sangatlah tabu, bahkan  jika bayi tersebut lahir, masyarakat akan mengecap jelek anak tersebut dan mengatkannya anak haram. Dan bila mereka melakukan aborsi, di Indonesia aborsi sangatlah di tentang sehingga tidak ada klinik yang memang menjamin keselamatan sang ibu jika ia ingin menggugurkan janinnya tersebut. Sehingga jika ia melakukan aborsi hanya terdapat dua pilihan hidupnya, meniggal bersama anaknya atau penyesalan yang akan datang di kemudian hari karena tidak sedikit perempuan yang telah melakukan aborsi susah untuk bisa mendapatkan keturunan kembali karena adanya kerusakan pada rahimnya ketika ia melakukan aborsi.

Berbeda dengan narkoba, narkoba memang banyak dan hampir di setiap tempat menentang akan penggunaan narkoba. Namun ada juga beberapa Negara yang melegalkan warganya untuk menggunakan narkoba. Tentunya tidak dengan Indonesia yang melarang dengan keras penggunaan narkoba bahka telah dibuat undang-undang tentang narkoba, baik untuk pemakai dan pengedar. Narkoba lebiha banyak mendatangkan nilai negative dari pada positive. Ada narkoba yang dapat meningkatkan kepercayaan diri seseorang, akan tetapi apakah orang tersebut akan selalu menggunakan narkoba untuk meningkatkan keprecayaan dirinya tersebut? Tentunya tidak karena setiap orang itu memiliki batas, begitu juga dengan tubuh kita, ketika kita terlalu banya mengkonsumsi narkoba, hal ini dapat menyebabkan kematian.

Bagaimana dengan mereka yang telah berhenti dari narkoba. Sebagaimana kita ketahui bahwa narkoba itu menyerang system saraf manusia, jadi ketika seseorang yang menggunakan narkoba lalu berhenti tentu kinerja otaknya tidak seperti ketika ia tidak menggunakan narkoba.
Jadi, menurut saya sebaiknya kita sebagai genrasi muda penerus bangsa, berpikirlah terlebih dahulu sebelum bertindak. Jangan hanya memikirkan nafsu jasmani  tetapi cobalah untuk berpikir lebih jauh, tentukan dengan bijak mana yang baik dan mana yang buruk, karena ini menyangkut akan masa depan kita. Jangan hanya karena ingin dibilang keren atau ingin mengikuti orang lain agar dibilang keren kita mengambil keputusan yang salah. You olny live once but if you do it right, once is enough.

3 comments:

  1. Lengkap yaa, tapi kurang fariasi din, mungkin bisa di tambah foto gitu biar lebih menarik, gue kasih nilai 80 yaa

    ReplyDelete
  2. yaaa isinya lengkap tapi kreativitas tetap di tingkatkan yah.. nilai 85 buat kamu :D

    ReplyDelete
  3. tinggap tambah gambar yaaa,, 80 :)

    ReplyDelete