Kesesatan pemikiran (fallacia)
Falacia adalah kesalahan pemikiran dalam logika, bukan
karena fakta tetapi kesalahan atas kesimpulan karena penalaran yang tidak
sehat. Contoh kesalahan fakta :‘presiden AS Barack Obama lahir di Indonesia,
ahmad lahir dengan bintang Gemini maka
hidupnya dengan persoalan.
Ada juga kesalahan penalaran. Kesalahan penalaran pun
terbagi dua, yaitu formal dan informal. Kesalahan penalaran formal terjadi
karena melanggar rumus-rumus logika. Sedangkan kesalahan penalatan informal adalah kesesatan dalam
bahasa.
Contoh dari kesesatan formal :
Semua penodong berwajah seram.
Semua pengamen berwajah seram
Jadi, sebagian adalah penodong.
Kesesatan pada contoh di atas adalah, semua premis bersifat
universal.
Sedangkan kesesatan dalam diksi, yaitu;
-
Penempatan kata depan yang keliru.
Bagi tamu undangan dipersilahkan duduk.
Yang benar adalah, kepada tamu undangan
dipersilahkan duduk.
-
Mengacau posisi subyek atau prediket
Karena tidak datang tepat waktu, guru
menghukum murid itu.
Yang benar : guru menghukum anak itu karena
datang tidak tepat waktu.
-
Ungkapan yang keliru.
Teroris itu berhasil ditangkap densus 88
kemarin malam
Yang benar : densus 88 berhasil menangkap
teroris itu kemarin malam.
-
Amfilboli : karena struktur kalimat bercabang
Anto anak bu lasma yang hilang ingatan
kabur dari rumah
Yang benar : anak bu lasma anto yang hilang
ingatan kabur dari rumah.
Pak mardi adik mantan anggota DPR yang
menjadi gila, mengganggu masyarakat sekitar.
Yang
benar : Adik mantan anggota DPR, pak mardi menjadi gila, mengganggu masyarakat
sekitar.
- Kesesatan prosadi/aksen
Kesesatan terjadi karena penekanan yang
salah dalam pembicaraan.
Mis : ada aturan ‘anda tidak boleh
menggangu anak gadis tetangga’ namun karena ia bukan anak gadis tetangga, maka ia
pun menggangu anak gadis tersebut.
- Kesesatan bentuk pembicaraan
Kesesatan karena orang menyimplkan kesamaan
konstruksi juga berlaku bagi yang lain.
Contoh : berpakaian = ia memakai pakaian,
bersepeda = ia memakai sepeda.
- Kesesatan aksiden
Kesesatan yang aksidental dikacaukan dengan
yang hakiki (asa yang utama)
Contoh : sawo matang adalah warna. Orang
Indonesia itu sawo matang.
Maka, orang Indonesia itu warna.
- Alasan yang salah
Premis di tarik dari premis yang tidak
relevan.
Kesesatan Persumsi
- Generalisasi tergesa-gesa
Contoh ; orang padang pandai memasak. Orang
Sumatra utara pandai menyanyi.
- Analogi palsu.
Contoh : membuat istri bahagia seperti
membuat binatang peliharaan bahagia, dengan membelai kepalanya dan memberi
banyak makanan.
- Penalran melingkar
Contoh : manusia merdeka karena ia
bertanggung jawab, dan ia bertanggung jawab karena ia merdeka.
Atau bisa juga : aku mencintaimu, karena
kamu mencintaiku.
- Deduksi cacat. (kesesatan beerasal dari umum ke khusus)
contoh : barang siapa sering memberi
sumbangan, maka dia pasti orang baik.
- Pikiran sederhana (simplistis)
Contoh : karena ia beragama maka ia pasti
tidak bermoral.
Menghindari persoalan
- argumentum ad populum -> mengalihkan kesesatan pada masalah.
Contoh :anda lihat banya ketidak adilan dan
korupsi, maka partai nasdem adalah partai masa depan kita.
- Argument ad mesericordium -> seseorang terdakwa meminta keringanan hukum karena mengaku punya banyak tanggung jawab.
- Argument ad baculum -> karena beda pendapat , suka meneror orang lain.
- Argumentum ad auctoritatem -> mengutip pendapt freud mengenai psikoanalisa.
- Argumentum ad ignorentiam -> bila tidak bisa dibuktikan bahwa tuhan itu ada, maka tuhan tidak ada.
- Argumentum untuk keuntungan seseorang -> seorang pengusaha berjanji mau membiayai kuliah mahasiswi tersebut, bila mahasiswi itu mau dijadikan istri.
- Non causa pro causa -> orang saki perut setelah menghapus sms berantai, maka dia menganggap itu sebagai penyebab. (kesesatan yang terjadi secara kronologis).
Kesalahan Retoris
- Eufemisme/disfemisme
pembangkang yang dianggap benar disebut
reformator. Bila tidak disenangi maka disebut anggota pemberontak.
- Penjelasan retorik
Contoh : dia tidak lulus karena tidak
teliti mengerjakan soal.
- Stereotype
contoh : orang jawa penyabar, orang batak
suka menyanyi.
- Innuendo.
Contoh : menyindir halus
- Loading question.
Bertanya sekaligus menuduh atau
pertanyaannya penuh dengan mutan.
Contoh : apakah anda masih tetapp merokok?
- Wesseler (pembuktian)
Tiga dari empat dokter menyaranka bahwa
meminum itu akan memperlancar pencernaan.
- Downplay
Jangan anggap serius omongannya karena dia
hanya buruh bangunan.
- Lelucon/sindiran
- Hiperbola (melebihkan)
- Pengandaian bukti (bukti menunjukkan)
- Dilemma semu : tamu menoilak, langsung disuguhi kopi. Maksudnya ke kiri salah ke kanan salah. seperti memakan buah simalakama.
Sumber : catatan slide dosen
Materi yang disampaikan udag bagus lhoo, nice blog. scorenya 90 ya
ReplyDeleteblog nya bagus, biru nya keren, saya ksih 84 :D
ReplyDeletenice blog hehe 85 yaa....
ReplyDeletebagus nih blognya tersusun rapi haha 88 :D
ReplyDeleteterimakasih atas nilainya :)
ReplyDeleteBlognya bagus 88 yaaa
ReplyDelete