Silogisme
Silogisme adalah penyimpulan dari dua premis-premis yang
disimpulkan menjadi keputusan yan g baru. Prinsipnya, bila premis benar maka
kesimpulan benar.
Silogisme terbagi menjadi dua, yaitu silogisme kategoris dan
silogisme hipotesis. Silogisme kategoris dimana premis dan kesimpulannya tanpa
syarat. Sedangkan silogisme hipotesis adalah premis mayornya terdiri dari
keputusan disyungtif.
Contoh silogisme kategoris :
M-P : junk food makanan yang enak
S-M : burger adalah
junk food
S-P : maka, burger makanan yang enak.
Bila penalaran baik, silogisme memperlihatkan alasan dan
dasarnya. Tentukan lebih dahulu kesimpulan. Ciri-cirinya terdapat lewat
kata-kata, seperti ; karena itu, maka dari itu dll. Bila kesimpulan telah
dirumuskan, tentu alas an ini menunjuk kepada (M) term menengah. Bila S danP
sudah diketahuai dalam simpulan, susunlah silogisme yang terdiri dari tiga
bagian (S dan M), danpremis mayor (titik tolak penalaran, dimana ada P dan M)
Bila S dan P sudah diketahui susunlah silogisme.
Silogisme kategoris.
Mempunyai 2 premis, 3 term. Bentuk silogisme kategoris
tunggal.
1.
M adalah S dalam premis mayor dan P dalam premis
minor. Premis minor harus sebagai penegasan, sedangkan premis mayor bersifat
umum.
Contoh :
P-M : semua perhiasan harganya mahal.
S-M : emas harganya
mahal
S-P : emas adalah
perhiasa.
Premis mayor : semua
program studi yang
ada di universitas bagus
Premis minor : psikologi di universitas
Simpulan :
psikologi adalah program studi
Premis mayor : semua
manusia butuh uang
Premis minor : ani butuh uang.
Simpulan :
ani adalah manusia
2.
M jadi P dalam premis mayor dan minor. Salah
satu premis harus negative, premis mayor bersifat umum.
Contoh :
P-M :
semua hewan karnivora
memakan daging
S-M :
sapi bukan memakan daging
S-P :
sapi bukan hewan karnivora
Premis mayor : Negara
kawasan asean beriklim
tropis
Premis minor : jepang
bukan beriklim tropis
Simpulan :
jepang bukan Negara kawasan asean
Premis mayor : semua
laki-laki adalah seseorang yang pemberani
Premis minor : wendi bukan
seseorang yang pemberani
Simpulan :
wendi bukan laki-laki
3.
M jadi S dalam premis mayor dan minor. Premis
minor harus bersifat penegasan, dan kesimpulannya particular.
Contoh :
M-P :
mahasiswa itu orang dengan tugas belajar
M-S :
ada mahasiswa yang orang bodoh
S-P :
jadi, sebagian orang
bodoh itu orang
dengan tugas belajar.
Premis mayor : semua makanan
enak banyak yang beli
Premis minor : ada makanan
yang harganya mahal
Simpulan :jadi, sebagian yang harganya
mahal banyak yang
beli.
4.
M adalah P dalam premis mayor dan S dalam premis
minor. Premis minor harus berupa penegasan, sedangkan simpulan bersifat
particular.
Contoh :
P-M :
ayam kentuki adalah
junk food
M-S :
junk food tidak baik untuk kesehatan
S-P : jadi, yang tidak baik untuk kesehatan adalah ayam kentuki.
Premis mayor : iphone adalah handphone bermerk
Premis minor : handphone
bermerk yang
memiliki fitur bagus.
Simpulan :
jadi, yang memiliki
fitur yang bagus adalah
iphone.
*ket : yang berwarna kuning adalah P, hijau adalah M, dan ungu
adalah S.
silogisme kategoris
majemuk
merupakan bentuk silogisme yang premis-premisnya sangat
lebih lengkap dari tiga premis. Jenis-jenisnya ;
- Epichrema -> bentuk silogisme yang salah satu/kedua premisnya disertai alasan.
Semua makanan yang lezat adalah makanan yang mahal harganya, karena
pembuatannya yang lama.
Rendang adalah makanan yang lezat, karena
cita rasanya yang khas.
Jadi, rendang adalah makanan yang mahal
harganya.
Semua sepatu yang bagus adalah sepatu
bermerk, karena kualitasnya terjamin.
All star adalah sepatu yang bagus, karena
solnya yang bagus.
Jadi, all star adalah sepatu bermrk.
- Enthymena -> penalarannya tidak mengemukakan semua premis secara eksplisit. Salah satu premis/simpulannya dilampaui disebut juga silogisme yang diangkat.
Contoh :
Barbie tidak akan hidup
Rapunzel adalah Barbie
Rapunzel tidak akan hidup.
-
Polisilogisme -> deretan silogisme dimana
simpulan silogisme yang satu menjadi premis untuk silogisme yang lainnya.
Contoh :
Seseorang yan lebih bangga akan dirinya,
merasa lebih hebat.
Orang yang sombong adalah seseorang yang
lebih membanggakan dirinya, jadi seseorang yang sombong merasa lebih hebat.
- Sorites -> premisnya lebih dari dua putusan-putusan, itu dihubungka satu menjadi semakin sedemikian, sehingga predikat dari putusan yang satu jadi subjek putusan berikutnya.
Contoh :
Orang yang cerewat, banyak omongannya.
Orang yang banyak omongnya, banyak sekali
keluhannya
Orang yang banyak sekali keluhannya, tidak
pernah puas.
Jadi, orang yang cerewet tidak pernah puas.
Adapun tiga hukum silogisme kategoris, yaitu :
- silogisme terdiri dari tiga term, bila kurang dari tiga term berarti tidak ada silogisme.
- M tidak boleh masuk dalam kesimpulan, karena M berfungsi mengadakan perbandingan dengan term-term
- Term S dan P dalam simpulan tidak boleh luas dari premis-premisnya. Jika S dan P dalam premis particular, maka dalam simpulan tidak boleh universal. Bila dilanggar akan menjadi latius hos (menarik kesimpulan terlalu luas)
sumber : catatan dari slide dosen
Dinda blognya udah bagus.. Kreatif ada wrna wrninya juga :) kasih 83 yah
ReplyDeleteterimakasih atas penilainnya
ReplyDeletewah sudah bagus isinya cukup lengkap. 85 ya dinda
ReplyDelete